Rabu, 16 Mei 2018

0 Peningkatan pada Kebijakan Privasi dan Kontrol Privasi

Google
Updating Our Privacy Policy
Bulan ini, kami memperbarui Kebijakan Privasi untuk memudahkan Anda memahami apa saja informasi yang kami kumpulkan beserta alasannya. Kami juga mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan Pemeriksaan Privasi dan kontrol lain yang kami sediakan untuk mengamankan data dan melindungi privasi Anda.
Tidak ada yang berubah pada setelan saat ini atau cara pemrosesan informasi Anda. Kami hanya mengubah cara kami mendeskripsikan praktik kami dan cara kami menejelaskan opsi yang Anda miliki untuk memperbarui, mengelola, mengekspor, dan menghapus data.
Kami membuat pembaruan ini karena diterapkannya peraturan perlindungan data yang baru di Uni Eropa, dan menggunakan peluang ini untuk melakukan peningkatan kualitas bagi pengguna Google di seluruh dunia.
Kebijakan Privasi dibuat lebih mudah dipahami
Struktur lebih sederhana & bahasa lebih jelas
Kami memperbaiki navigasi dan susunan kebijakan untuk mempermudah Anda dalam menemukan hal yang dicari. Kami juga menjelaskan praktik kami secara lebih detail dan dengan bahasa yang lebih jelas.
Video & ilustrasi deskriptif baru
Sering kali penjelasan visual lebih mudah dipahami daripada teks saja, jadi kami telah menambahkan video dan ilustrasi singkat di seluruh kebijakan.
Kontrol privasi tersemat
Kami telah mempermudah proses untuk langsung membuka setelan utama dari kebijakan, sehingga membantu Anda dalam membuat pilihan terkait privasi.
Revisi kebijakan tersedia di sini dan akan berlaku pada tanggal 25 Mei 2018.
Meningkatkan kontrol privasi Anda
Dalam setahun terakhir, kami telah memperbarui Aktivitas Saya agar Anda dapat mengakses dan mengelola data di Akun Google dengan lebih baik. Kami juga telah meluncurkan Dasbor yang didesain ulang, sehingga Anda dapat melihat ringkasan produk yang sedang digunakan serta data yang terkait dengan lebih baik.
Bulan ini, kami telah memperbarui Pemeriksaan Privasi dengan ilustrasi dan contoh baru untuk membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik tentang kontrol privasi utama. Dan karena kami memahami bahwa preferensi Anda mungkin berubah seiring waktu, Pemeriksaan Privasi yang baru memungkinkan Anda mendaftar ke pengingat rutin untuk memeriksa setelan privasi.
Untuk mempelajari lebih lanjut hal ini dan kontrol lainnya untuk mengelola privasi, kunjungi Akun Google Anda.

Selasa, 15 Mei 2018

0 Peningkatan pada Kebijakan Privasi dan Kontrol Privasi

Google
Updating Our Privacy Policy
Bulan ini, kami memperbarui Kebijakan Privasi untuk memudahkan Anda memahami apa saja informasi yang kami kumpulkan beserta alasannya. Kami juga mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan Pemeriksaan Privasi dan kontrol lain yang kami sediakan untuk mengamankan data dan melindungi privasi Anda.
Tidak ada yang berubah pada setelan saat ini atau cara pemrosesan informasi Anda. Kami hanya mengubah cara kami mendeskripsikan praktik kami dan cara kami menejelaskan opsi yang Anda miliki untuk memperbarui, mengelola, mengekspor, dan menghapus data.
Kami membuat pembaruan ini karena diterapkannya peraturan perlindungan data yang baru di Uni Eropa, dan menggunakan peluang ini untuk melakukan peningkatan kualitas bagi pengguna Google di seluruh dunia.
Kebijakan Privasi dibuat lebih mudah dipahami
Struktur lebih sederhana & bahasa lebih jelas
Kami memperbaiki navigasi dan susunan kebijakan untuk mempermudah Anda dalam menemukan hal yang dicari. Kami juga menjelaskan praktik kami secara lebih detail dan dengan bahasa yang lebih jelas.
Video & ilustrasi deskriptif baru
Sering kali penjelasan visual lebih mudah dipahami daripada teks saja, jadi kami telah menambahkan video dan ilustrasi singkat di seluruh kebijakan.
Kontrol privasi tersemat
Kami telah mempermudah proses untuk langsung membuka setelan utama dari kebijakan, sehingga membantu Anda dalam membuat pilihan terkait privasi.
Revisi kebijakan tersedia di sini dan akan berlaku pada tanggal 25 Mei 2018.
Meningkatkan kontrol privasi Anda
Dalam setahun terakhir, kami telah memperbarui Aktivitas Saya agar Anda dapat mengakses dan mengelola data di Akun Google dengan lebih baik. Kami juga telah meluncurkan Dasbor yang didesain ulang, sehingga Anda dapat melihat ringkasan produk yang sedang digunakan serta data yang terkait dengan lebih baik.
Bulan ini, kami telah memperbarui Pemeriksaan Privasi dengan ilustrasi dan contoh baru untuk membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik tentang kontrol privasi utama. Dan karena kami memahami bahwa preferensi Anda mungkin berubah seiring waktu, Pemeriksaan Privasi yang baru memungkinkan Anda mendaftar ke pengingat rutin untuk memeriksa setelan privasi.
Untuk mempelajari lebih lanjut hal ini dan kontrol lainnya untuk mengelola privasi, kunjungi Akun Google Anda.

Rabu, 30 Januari 2013

0 Daily digest for 29 Jan, 2013

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Lion Air : Profile, Sejarah, Code Airlines dan Armada
noreply@blogger.com (Ngopas Artikel) 29 Jan, 2013 - Lion Air : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
lionair-agen.blogspot.com > tentang lion air > Lion Air : Profile, Sejarah, Code Airlines dan Armada
Lion Air adalah nama sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah yang berasal dari Indonesia. Maskapai ini melayani penerbangan domestik maupun internasional. Lion Air merupakan maskapai pertama di Indonesia yang menggunakan armada jenis Boeing 737-900ER dengan jumlah yang cukup banyak. Armada maskapai tersebut digunakan untuk penerbangan domestik dan internasional (Singapura, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh).


Kode Data
  • Kode IATA: JT
  • Kode ICAO: LNI
  • Callsign: LION INTER
Armada
Armada Lion Air per April 2012 terdiri dari :
  • 61 Boeing 737-900ER (Total pemesanan 166 + 29 = 195)
  • 2 Boeing 737-300 (Keluar dari armada tahun 2013)
  • 9 Boeing 737-400 (Keluar dari armada tahun 2013)
  • 2 Boeing 747-400
  • 4 McDonnell Douglas MD-90 (Keluar dari armada tahun 2013)
Armada Lion Air dalam pemesanan terdiri dari :
  • 201 Boeing 737 Max (Dalam Pemesanan)
  • 12 Boeing 737-800 (Pengalihan pesanan dari seri -900ER)
  • 140 Boeing 737-900ER (166 - 55 + 29 = 140)
Sejarah

Perjalanan panjang yang telah ditempuh Lion Air berawal dari penerbangan domestik yang kecil. Setelah 13 tahun pengalaman di bisnis wisata yang ditandai dengan kesuksesan biro perjalanan Lion Tours, kakak-beradik Kusnan dan Rusdi Kirana bertekad menjadikan impian mereka untuk memiliki usaha penerbangan menjadi kenyataan. Dibekali ambisi yang tinggi dan modal awal 10 juta dolar Amerika Serikat, Lion Air secara hukum didirikan pada bulan Oktober tahun 1999. Namun pengoperasian baru berjalan di mulai pada tanggal 30 Juni tahun 2000, dengan menggunakan sebuah pesawat Boeing 737-200. Saat ini, Rusdi Kirana sebagai salah satu pemilik Lion Air memegang jabatan sebagai Presiden dan juga Direktur.

Hingga pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air menempati Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta ; sedangkan perusahaan penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati Terminal Satu. Faktor tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi prestise. Tetapi kemudian Lion Air dipindahkan ke Terminal 1A dan penerbangan ke Pulau Sumatera, Batam, Pangkalpinang, dan Palangkaraya dioperasikan di terminal 1B (mulai 11 Oktober 2010) hingga saat ini. Sedangkan semua penerbangan internasional Lion Air dilayani dari terminal 2E.

Pada 2005, Lion Air memiliki 24 pesawat penerbangan yang terdiri dari 19 seri McDonnell Douglas MD-82 dan 5 pesawat DHC-8-301. Untuk memenuhi layanan yang rendah biaya, armada Lion Air didominasi oleh MD-80 karena efisiensi dan kenyamanannya. Dalam upaya meremajakan armadanya, Lion Air telah memesan 178 Boeing 737-900ER yang akan diantar bertahap dari 2007 hingga 2014. Lion Air berencana bersaing baik dengan Garuda Indonesia maupun Saudi Arabian Airlines untuk menerbangi rute-rute umroh bahkan haji dengan pesawat Boeing 747-400. 2 (dua) Pesawat Boeing 747-400 sudah masuk dalam armadanya.

( wikipedia )

Informasi lain Tentang Lion Air :

Rusdi Kirana : Profile dan Biografi "pelopor penerbangan murah di indonesia"
noreply@blogger.com (Ngopas Artikel) 29 Jan, 2013 - Lion Air : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
lionair-agen.blogspot.com > tentang lion air > Rusdi Kirana : Profile dan Biografi "pelopor penerbangan murah di indonesia"

Presiden Direktur Lion Air ini adalah pelopor penerapan konsep penerbangan berbiaya murah (low cost carrier) di Indonesia. Gebrakannya meruntuhkan stereotip sebelumnya bahwa hanya orang kaya yang bisa naik pesawat. Hadirnya Lion Air dengan jargon We Make People Fly, membuat siapa saja kini bisa naik pesawat dengan harga tiket murah.

dok : merdeka.com

Pantas saja Warta Ekonomi menggelarinya Kapten Industri Penerbangan Indonesia. Rusdi Kirana, Pria kelahiran 17 Agustus 1963, oleh majalah ekonomi itu dinobatkan pula sebagai salah seorang Tokoh bisnis Paling Berpengaruh 2005. Sebab, langkah Rusdi masuk ke low cost carrier, dinilai telah menginspirasi pe bisnis lainnya untuk beramai-ramai masuk ke industri penerbangan.

Warta Ekonomi 28 Desember 2005: Rusdi memulai bisnis penerbangannya pada Oktober 1999. Dengan modal awal US$10 juta, Rusdi menggagas "revolusi" dalam dunia penerbangan dengan konsep berbiaya murah (low cost carrier). Gebrakannya itu membuat repot sesama perusahaan penerbangan.

Dalam waktu singkat, Rusdi mampu membawa Lion Air melesat. Hanya dalam tempo enam tahun, Lion Air kini memiliki 24 pesawat yang terdiri dari 19 MD80 dan lima pesawat DHC-8-301. Dari sisi jumlah penumpang, Lion Air bisa meraih 600.000 orang lebih per bulan atau menguasai 40% dari seluruh segmen pasar. Pada 2004 Lion Air menempati posisi kedua, setelah Garuda Indonesia, dalam hal jumlah penumpang yang diangkut.

Prestasi ini ternyata belum cukup bagi Rusdi. Ia masih terus mengembangkan sayap-sayap bisnis Lion Air dan berniat menjadi market leader dalam penerbangan domestik. Maka, ia pun terus mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari infrastruktur, rute penerbangan, hingga penambahan jumlah pesawatnya.

Untuk infrastruktur, Rusdi bekerja sama dengan pihak TNI AU dan PT Dirgantara Indonesia menyewa hanggar di Lapangan Udara Husein Sastranegara, Bandung, guna dijadikan Lion Maintenance Facility (LMF). Ia juga membeli simulator pesawat bekas dari Skandinavia Air untuk melatih para pilotnya. Selain itu, Lion Air juga melakukan kerja sama dengan TNI AU untuk menjadi pengelola Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dengan demikian, kemungkinan besar base dari pesawat-pesawat Lion Air akan beralih ke Halim.

Untuk rute penerbangan, saat ini Lion Air telah mendarat di 36 kota besar di Indonesia. Di jalur internasional, Lion Air juga melayani penerbangan ke Singapura, Penang, Kuala Lumpur, Ho Chi Minh, dan Seoul. Mereka juga akan mengembangkan jalur ke Asia Tengah dan Asia Timur, seperti ke Hong Kong dan Cina.

Guna merealisasikan rencananya itu, tidak tanggung-tanggung, tahun ini Rusdi membeli 60 pesawat Boeing 737 senilai US$3,9 miliar.

Kalau melihat semua rencana dan perkembangan Lion Air saat ini, tampaknya Rusdi hanya tinggal selangkah lagi untuk menjadi pemain utama dalam bisnis penerbangan di Tanah Air.

© ENSIKONESIA - ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA
http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/286-direktori/2014-pelopor-penerbangan-murah

Lion Air Terima Lagi Dua Pesawat Boeing 737 NG
noreply@blogger.com (Ngopas Artikel) 29 Jan, 2013 - Lion Air : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat

lionair-agen.blogspot.com > berita > Lion Air Terima Lagi Dua Pesawat Boeing 737 NG

Jakarta : PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) menerima dua pesawat untuk jenis Boeing 737 New Generation (800NG/900ER) dari total 178 pesawat yang telah dipesan.

MI/Sumaryanto/fz ( doc : metrotvnews.com )

Hal tersebut diungkapkan Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di kantornya, Jakarta, Senin (28/1).

"Kita terima pesawat ke-80 untuk seri NG dengan nomor pesawat PK-LKP. Tapi ini enggak selisih lama juga sama yang ke-81 yang landing tadi malam," ungkapnya.

Dengan penambahan dua pesawat tersebut, Lion Air mengoperasikan 95 pesawat terdiri dari 2 McDonnell Douglas MD-90 sebagai cadangan, 2 Boeing 737-300, 8 Boeing 737-400, 2 Boeing 747-400, 68 Boeing 737-900ER, dan 13 Boeing 737-800NG. Sementara total pesawat Boeing 737 New Generation mencapai 81 unit.

Pesawat Boeing 737 New Generation pertama yang dipesan tiba pada 27 April 2007 lalu dengan nomor pesawat PKK-LFF. Pesanan tahap pertama dengan jumlah 178 pesawat akan diterima seluruhnya pada 2016.

Untuk anak usaha Lion Air, Wings Air mengoperasikan sekitar 18 ATR 72, 3 De Havilland Canada (Bombardier) Dash 8, dan 4 McDonnell Douglas MD-80. Edward mengatakan tahun ini Wings Air akan menambah 12 ATR 72-600.

Dengan begitu, saat ini Lion Air telah melayani 534 frekuensi penerbangan. Sementara Wings Air melayani 211 frekuensi penerbangan.

Pada 2013 Lion Air akan kedatangan 11 Boeing 737-900ER, 4 Boeing 737-900ER untuk anak usaha Batik Air dan 9 unit pesawat yang sama untuk Malindo Air.

"Sekalian kita di tahun 2014 kita akan menerima 36 pesawat, terdiri dari 24 Boeing 737-900ER, 22 untuk Lion Air dan 2 untuk Batik Air. Wings Air akan menerima 12 pesawat ATR lagi," tambahnya.

Untuk Batik Air, Edward mengatakan maskapai penerbangan berlayanan penuh tersebut akan beroperasi pada April mendatang. Batik Air akan menggunakan Boeing 737-900ER dengan kelas bisnis dan ekonomi serta inflight entertainment.

sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/01/28/2/126697/Lion-Air-Terima-Lagi-Dua-Pesawat-Boeing-737-NG

Malindo Air : Profile, Sejarah, Tujuan dan Armada
noreply@blogger.com (Ngopas Artikel) 29 Jan, 2013 - Lion Air : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat

lionair-agen.blogspot.com > tentang lion air > Malindo Air : Profile, Sejarah, Code Airlines dan Armada

Malindo Airways adalah maskapai penerbangan yang direncanakan berbasis di Malaysia. Maskapai ini merupakan perusahaan patungan antara Malaysia National Aerospace and Defence Industries (NADI) (51%) dan Lion Air dari Indonesia (49). Nama 'Malindo' berasal dari nama negara masing-masing: Malaysia dan Indonesia.

logo lion air : dok wikipedia

Latar belakang

Masuknya AirAsia dari Malaysia ke kandang Lion Air mendorong maskapai penerbangan ini untuk memasuki pasar Malaysia melalui anak perusahaanya. Anak perusahaan AirAsia, Indonesia AirAsia dengan kemitraanya dengan maskapai penerbangan asal Indonesia, Batavia Air untuk memperoleh pijakan yang kuat di Indonesia. Kesepakatan ini menjadi perang antara Lion Air, maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Indonesia dan AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Asia.

Tujuan

Pada permulaanya, Malindo Airways akan mengoperasikan penerbangan antara Malaysia dan Indonesia dan penerbangan diperkirakan akan dimulai pada Mei 2013.

Armada

Perusahaan induk Malindo, Lion Air bermaksud untuk memasukkan 12 buah pesawat B737 pada armada maskapai penerbangan ini. Perusahaan ini berencana untuk mencapai 100 pesawat selama periode operasi sepuluh tahun.

Informasi lain Tentang Lion Air - Malindo Air :

Batik Air : Profile, Sejarah dan Armada
noreply@blogger.com (Ngopas Artikel) 29 Jan, 2013 - Lion Air : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat

lionair-agen.blogspot.com > tentang lion air > Batik Air : Profile, Sejarah, Code Airlines dan Armada

Batik Air adalah maskapai penerbangan usulan Indonesia yang dijadwalkan akan memulai operasinya pada 2013. Maskapai ini merupakan salah satu perusahaan jarak jauh Lion Air, maskapai penerbangan Indonesia lain. Batik Air berencana untuk membasiskan pesawatnya di Manado, sebuah kota di Pulau Sulawesi, Indonesia. Direncanakan akan bersaing dengan maskapai berlayanan lengkap seperti Garuda Indonesia serta maskapai penerbangan biaya rendah lainnya seperti Jetstar Airways.

logo lion air : dok wikipedia

Sejarah

Lion Air, induk perusahaan Batik Air, merencanakan untuk membuat maskapai penerbangan jarak jauh bernama Batik Air, yang mana akan beroperasi pada Maret 2013 menggunakan pesawat Boeing 737-900ER. Lion Air juga menandatangani pembelian lima pesawat Boeing 787 Dreamliner untuk maskapai ini, dan dijadwalkan akan menerimanya pada 2015. Maskapai ini sebenarnya ingin memesan pesawat Airbus A330 saingannya, namun diputuskan opsi untuk membeli Boeing 787.

Armada

Maskapai ini akan memulai operasi dengan sepuluh Boeing 737-900ER, tapi Lion Air sudah menandatangani komitmen untuk memesan lima Boeing 787. Lion Air memilih pesawat berbadan lebar ini untuk menyaingi Airbus A330.

Informasi lain Tentang Lion Air - Batik Air :


--
Powered by rssforward.com

0 Daily digest for 29 Jan, 2013

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
AirAsia : Profile, Sejarah, Code Airlines dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > AirAsia : Profile, Sejarah, Code Airlines dan Armada

AirAsia adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif murah yang berpusat di Bandara Internasional Kuala Lumpur.


Code Airlines
  • Kode IATA: AK
  • Kode ICAO: AXM
  • Kode panggil : Air Asia
  • Kode panggil (Indonesia Air Asia): QZ
  • Kode panggil (Thai Air Asia): FD
  • Kode panggil (Air Asia X): D7
Sejarah

Awalnya AirAsia dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia namun maskapai ini memiliki beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh mantan eksekutif Time Warner, Tony Fernandes, dengan harga simbolik 1 Ringgit pada 2 Desember 2001. Tony melakukan turnaround dan AirAsia berhasil membukukan laba pada 2002 dengan berbagai rute baru dan harga promosi serendah 10 RM bersaing dengan Malaysia Airlines.

Pada 2003, dibukalah pangkalan kedua di Bandara Senai, Johor Bahru dekat Singapura dan AirAsia melakukan penerbangan internasionalnya ke Thailand. Sejak itu, dibukalah Thai AirAsia dan dilakukanlah berbagai penambahan rute seperti ke Singapura dan Indonesia. Penerbangan ke Makau dimulai pada Juni 2004 sedangkan penerbangan ke Manila dan Xiamen dimulai pada April 2005. Rute lain yang akan dibuka adalah ke Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Laos.

Selain Thai AirAsia, di Indonesia juga terdapat perusahaan AirAsia yaitu Indonesia AirAsia (sebelumnya bernama AWAIR) yang terbang dari Jakarta ke Yogyakarta, Denpasar untuk tujuan lokal, dan dari Surabaya ke Medan untuk rute domestik lainnya, selain itu penerbangan dilakukan keluar Indonesia melalui kota-kota besar seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Balikpapan dan Makassar

Pada hari kamis (17/11/2011) terminal AirAsia di bandara Soekarno Hatta, Indonesia secara resmi berpindah dari terminal 2 menjadi terminal 3, dimana melanyani penerbangan domestik maupun internasional. Kini, AirAsia Indonesia melayani 26 rute dengan 52 penerbangan yang terkoneksi melalui lima bandara hub (penghubung), yakni Cengkareng, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Medan.

Armada
  • Airbus A320-200
  • Airbus A320neo
( Wikipedia )

Lihat Semua Profile Airasia :
  • Indonesia AirAsia
  • Thai AirAsia
  • AirAsia X
  • AirAsia Philippines
  • AirAsia Japan
Untuk Informasi Airasia Lainnya :

Indonesia AirAsia : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > Indonesia AirAsia : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada

Indonesia AirAsia (sebelumnya bernama AWAIR ; Air Wagon International) adalah sebuah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Indonesia. Indonesia AirAsia merupakan lisensi dari maskapai AirAsia International, maskapai penerbangan berbiaya rendah dari Malaysia, di Indonesia.


Sejarah


Indonesia AirAsia didirikan pada September 1999 dengan nama PT. AWAIR International. Mereka memulai penerbangan berjadwal ke beberapa kota di Indonesia pada tahun 2000, yang kemudian diikuti pembukaan penerbangan ke luar negeri (Singapura). Persaingan yang ketat di sektor penerbangan di Indonesia membuat AWAIR menghentikan operasinya sekitar setahun kemudian.

Pada tahun 2004, AWAIR diambil alih AirAsia, dan mengalihkan orientasi pasarnya ke penerbangan berbiaya rendah. Penerbangan pertamanya dimulai pada Desember tahun itu. Mulai 1 Desember 2005, AWAIR berganti nama menjadi PT. Indonesia AirAsia.

Layanan

Di bawah manajemen baru, Indonesia AirAsia awalnya berencana melayani penerbangan berbiaya rendah antara Indonesia dan Singapura namun hal tersebut dibatalkan setelah Otoritas Dirgantara Sipil Singapura (CAAS) menolak permohonan untuk hak pendaratan (rujukan: Airliner World, April 2005).

Tujuan
Indonesia AirAsia terbang ke kota-kota berikut (data pada Februari 2012):

Jawa
  • Jakarta (Bandar Udara International Soekarno-Hatta)
  • Surabaya (Bandar Udara International Juanda)
  • Bandung (Bandar Udara International Husein Sastranegara)
  • Semarang (Bandar Udara International Achmad Yani)
  • Yogyakarta (Bandar Udara Adisucipto)
  • Solo (Bandar Udara Adisumarmo)
Bali & NTT
  • Denpasar (Bandar Udara International Ngurah Rai)

Kalimantan
  • Pontianak (Bandar Udara International Supadio)
  • Balikpapan (Bandar Udara International Sepinggan)
Sumatera
  • Banda Aceh (Bandar Udara International Sultan Iskandar Muda)
  • Palembang (Bandar Udara International Sultan Mahmud Badaruddin II)
  • Pekanbaru (Bandar Udara Sultan Syarif Kasyim II)
  • Medan (Bandar Udara International Polonia)
  • Padang (Bandar Udara International Minangkabau)
Sulawesi
  • Makassar (Bandar Udara International Sultan Hassanudin)
Armada

Armada Indonesia AirAsia per 18 May 2012 terdiri dari:
  • 25 Airbus A320-200
( Wikipedia.org )

Tony Fernandes alias Dato' Anthony Francis Fernandes Sang CEO AirAsia
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > Tony Fernandes alias Dato' Anthony Francis Fernandes Sang CEO AirAsia

Dato' Anthony Francis Fernandes (dilahirkan: 1964; nama pendeknya : Tony Fernandes) ialah pendiri "Tune Air Sdn Bhd", dan pengusaha yang memperkenalkan penerbangan bertarif murah kepada penduduk Malaysia dengan slogannya, "Semua mampu naik pesawat". Fernandes menjadi terkenal sewaktu ia memulihkan AirAsia dari sebuah maskapai penerbangan yang sakit ke sebuah perusahaan umum yang sukses. Fernandes juga dikenal untuk peranannya dalam pencapaian persetujuan langit terbuka dengan negara Thailand, Indonesia, dan Singapura, saat ia meminta bekas Perdana Menteri Malaysia, Tun dr. Mahathir Mohamad berbuat demikian pada pertengahan tahun 2003. Atas permintaan tersebut, negara-negara itu telah setuju memberi hak pendaratan kepada AirAsia dan maskapai penerbangan tarif rendah yang lain.


Pra-masa pengusahaan

Fernandez ialah seorang bangsa Goa campuran Portugis Malaka yang dilahirkan di Kuala Lumpur, Malaysia. Orang tuanya ialah Dr. Stephen Edward Fernandes (almarhum), dan Ena Dorothy Fernandes. Pada masa muda, dia selalu mengikuti ibunya, seorang pebisnis, ke partai dagang dan konvensi Tupperware. Setelah mendapat ijazah universitas dari London School of Economics pada tahun 1987, ia bekerja sebentar dengan Virgin Airlines sebagai auditor, dan seterusnya dari tahun 1987 hingga tahun 1989, dia menjadi pengawas keuangan Virgin Records, sebuah perusahaan Richard Branson di London.

Sewaktu kembali ke Malaysia pada umur 27, dia menjadi direktur manajer yang termuda di Warner Music (Malaysia) Sdn Bhd. Selanjutnya dari tahun 1992 hingga 2001, dia menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara. Pada saat Time Warner Inc. bergabung dengan America Online, Fernandes meninggalkan perusahaannya untuk mengejar impiannya mendirikan sebuah perusahaan penerbangan tarif rendah. Malangnya, permohonan lisensinya ditolak oleh pemerintah Malaysia.

Peluncuran AirAsia

Melalui Datuk Pahamin A. Rajah, bekas sekretaris tinggi Kementerian Perdagangan dan Urusan Konsumen Domestik Malaysia, Fernandes mendapat peluang bertemu dengan dr. Mahathir pada bulan Oktober 2001. Saat itu, AirAsia, sebuah anak perusahaan yang didirikan oleh DRB-Hicom, sebuah konglomerat pemerintah Malaysia, telah mengalami kesulitan akibat tanggungan utang yang terlalu tinggi. Pemerintah telah mencoba menjualnya kepada para investor tanpa keberhasilan apapun. Oleh sebab itu, Dr. Mahathir telah menasihati Fernandes supaya membeli maskapai penerbangannya yang sudah ada daripada mendirikan sendiri. Seterusnya, Fernandes memajak rumah dan menggunakan keseluruhan uang simpanannya untuk membeli perusahaan tersebut dengan harga 1 ringgit. Maskapai AirAsia pada masa itu mempunyai dua buah kapal terbang Boeing yang berumur, dan utang sebanyak RM40 juta.

Peristiwa pembelian itu pada masa setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, suatu tempoh masa yang paling buruk dalam sejarah penerbangan komersial, menyebabkan orang banyak berpendapat bahwa Fernandes telah menjadi "gila" kerana tidak banyak orang pada saat itu yang berani lagi naik pesawat. Mereka juga meramalkan bahwa perusahan AirAsia akan pailit. Bagaimanapun, setelah setahun, AirAsia mampu menjelaskan keseluruhan utangnya, dan tidak lagi mengalami kerugian. Penyusunan kembali organisasi AirAsia dengan gambaran dan konsep yang baru membawa perubahan yang besar dan memperoleh keuntungan dalam masa yang singkat. Tawaran sahamnya (IPO) pada bulan November 2004 menerima kelebihan permintaan sebanyak 130%.

Fernandes merasa bahawa masa yang dipilihnya untuk membeli maskapai AirAsia tepat. Semenjak peristiwa 9/11, sewa pesawat telah menurun 40%. Tambahan lagi, banyak pekerja berpengalaman didapati pada masa itu, disebabkan pemutusan hubungan kerja di industri penerbangan. Fernandes juga percaya bahwa penumpang Malaysia akan menyambut tarif penerbangan rendah agar mengurangkan masa dan tarif, terutamanya, dalam keadaan ekonomi yang ketat. Oleh sebab itu, dia meniru sistem Ryanair (Ryanair yang juga meniru sistemnya itu dari Southwest Airlines di Amerika Serikat), sebuah maskapai penerbangan Irlandia yang paling jaya di dunia. Ferdandes menghitung bahwa 50% pelanggan pesawat bertarif rendah adalah penumpang kapal terbang kali pertama. Sebelum AirAsia memulai pengangkutan tarif rendah, Ferdandes memperkirakan hanya 6% penduduk Malaysia yang pernah menaiki pesawat.

Prestasi dan penghargaan

Pencapaian Fernandes yang terbesar ialah pemulihan maskapai AirAsia sebagai sebuah maskapai penerbangan internasional. Sebelum dia memasuki perindustrian ini, negara-negara di Wilayah Asia Tenggara Selatan tidak mempunyai persetujuan langit terbuka apapun. Pada pertengahan tahun 2003, Fernandes telah meminta dr. Mahathir untuk mengemukakan cadangan persetujuan itu kepada Thailand, Indonesia dan Singapura. Atas permintaanya, ia memperoleh keberhasilan dalam mendapat hak pendaratan, bukan saja untuk AirAsia, tetapi juga untuk berbagai maskapai penerbangan tarif murah yang lain.

Ferdandes juga berhasil merevolusikan perindustrian penerbangan lainnya melalui penerbangan tarif rendah. Sekarang, terdapat beberapa maskapai penerbangan tarif rendah di wilayah ini, yaitu:
  • Tiger Airways, sebuah maskapai penerbangan Singapura yang dimiliki oleh Singapore Airlines;
  • Penggabungan perusahaan Valuair dari Singapura, dengan JetStar yang dimiliki oleh Qantas Airways dari Australia;
  • Nok Air, sebuah maskapai Thailand; dan
  • Lion Air, sebuah maskapai Indonesia.
Fernandes telah menerima banyak penghargaan, termasuk:
  • Visionaries & Leadership Series oleh International Herald Tribune, sebuah perusahaan surat kabar di Amerika Syarikat, untuk kerjanya yang cemerlang di maskapai AirAsia;
  • "Ketua CEO Malaysia Tahun 2003" (Malaysian CEO of the Year 2003) pada Desember 2003 — sejenis penghargaan tertinggi yang hingga kin hanya diberikan kepada 9 pengusaha Malaysia oleh American Express dan Business Times. Anugerah ini diberikan kepada Fernandes untuk pengakuan atas prestasi pengusahaan dan kemahiran pengurusannya di kalangan pemimpin-pemimpin berbagai perusahaan di Malaysia;
  • "Pengusaha Baru Malaysia Terutama Tahun 2003" (Emerging Entrepreneur of the Year - Malaysia 2003) pada tahun 2004;
  • "25 Bintang Asia" (25 Stars of Asia) oleh Business Week pada tahun 2005.
( wikipedia.org )

Thai AirAsia :Profile dan Sejarah
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > Thai AirAsia :Profile dan Sejarah

Thai AirAsia (bahasa Thailand: ไทยแอร์เอเชีย) adalah perusahaan patungan di bidang penerbangan tarif murah AirAsia Malaysia (Thai: แอร์เอเชีย) dan Asian Aviation Thailand. Ia menyediakan layanan penerbangan domestik dari Bangkok ke sejumlah kota di Thailand dan penerbangan internasional dari Bangkok ke sekitar Thailand.


Sejarah

Thai AirAsia melancarkan operasi domestiknya pada tanggal 13 Januari 2004. Ia telah diwujudkan sebagai perusahaan patungan oleh Shin Corporation dan pemilik AirAsia, Tony Fernandes.

( wikipedia.org )

Untuk Informasi Airasia Lainnya :

AirAsia Philippines : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > AirAsia Philippines : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada

AirAsia Philippines adalah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Filipina. AirAsia Philippines memiliki bandar udara penghubung utama di Bandar Udara Internasional Clark di Kota Angeles, Pampanga. Maskapai penerbangan ini merupakan maskapai penerbangan Filipina yang berafiliasi dengan AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya rendah di Malaysia. Maskapai penerbangan ini merupakan perusahaan patungan antara investor Filipina dan AirAsia International Ltd, anak perusahaan dari AirAsia Inc.


( wikipedia.org )

Untuk Informasi Airasia Lainnya :

AirAsia X : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > AirAsia X : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada

Air Asia X adalah anak perusahaan Air Asia, sebuah maskapai penerbangan bertarif murah Malaysia yang di luncurkan 2007.Awal perjalanan berdirinya Air Asia X adalah saat Air Asia, induk perusahaannya menjalin kerjasama dengan Fly Asian Express. AirAsia X menerima armada Airbus A330-200, A330-300, A340-200, A340-300 dan melayani penerbangan dari Kuala Lumpur ke : New Delhi, Mumbai, Chengdu, Perth, Gold Coast, Melbourne, Taipei, London, Paris, Teheran, Hangzhou (Shanghai), Seoul, Tokyo, Beijing dan Christchurch. Satu-satunya rute Air Asia X yang ditutup adalah rute Kuala Lumpur-Abu Dhabi.


( wikipedia.org )

Untuk Informasi Airasia Lainnya :

AirAsia Japan : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > AirAsia Japan : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada

AirAsia Japan Co., Ltd (エアアジア・ジャパン株式会社 Eāajia Japan Kabushiki-Gaisha) adalah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang. Maskapai penerbangan ini merupakan perusahaan patungan antara maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia dan maskapai penerbangan asal Jepang, All Nippon Airways. Maskapai penerbangan ini merupakan anak perusahaan kelima AirAsia dan kesembilan untuk ANA. Penerbangan pertama dari maskapai penerbangan ini dimulai pada tanggal 1 Agustus 2012 dari Tokyo Narita ke Fukuoka.

Armada
  • Airbus A320-200

( wikipedia.org )

Untuk Informasi Airasia Lainnya :

AirAsia Lebih Fokus di Thailand dan Indonesia
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat

airasia-agen.blogspot.com > berita > AirAsia Lebih Fokus di Thailand dan Indonesia

Setelah Malaysia menjadi sumber penghasilan terbesar, perhatian manajemen pun telah berpindah ke pangsa pasar utama lain yang berada di Thailand dan Indonesia.

SEPANG — Setelah sukses di Malaysia, maskapai AirAsia Berhad dalam lima tahun ke depan akan memfokuskan diri di Thailand dan Indonesia.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi: CEO Group AirAsia Tony Fernandes (kiri) saat peresmian Kantor AirAsia Asean di Jakarta, Selasa (7/8/2012). Pendirian kantor ini sebagai strategi perluasan usaha di kawasan ASEAN yang dinilai sebagai pasar potensial industri penerbangan.

"Di samping menjadi maskapai yang paling dominan dalam hal pangsa pasar dan profitabilitas di Malaysia, kami juga mempertahankan kedisiplinan untuk tetap memaksimalkan pendapatan, modal, sumber daya manusia, serta meningkatkan jumlah penumpang, dan terus menekan biaya operasional," ujar Chief Executive Officer Grup AirAsia Tan Sri Dr Tony Fernandes, Senin (28/1/2013), dalam surat elektroniknya.

Setelah Malaysia menjadi sumber penghasilan terbesar, kata Tony, perhatian manajemen pun telah berpindah ke pangsa pasar utama lain yang berada di Thailand dan Indonesia.

"Kami perkirakan terdapat entitas laba yang akan menyaingi Malaysia di masa yang datang. Kami juga telah memenuhi janji dengan memberikan perhatian utama kepada Thailand dan kini Indonesia karena kedua perusahaan afiliasi AirAsia di sana telah bergantung secara finansial pada neraca mereka sendiri," ujar Tony.

Dalam tempo 10 tahun, Grup AirAsia telah banyak berkembang. Dari hanya menerbangkan dunia unit pesawat, kini AirAsia telah menjadi maskapai LCC terbesar di Asia dengan 118 pesawat.

AirAsia juga merupakan salah satu maskapai dengan keuntungan terbesar di Asia. Malaysia telah menjadi tempat berdirinya fondasi awal dan kini AirAsia juga telah mendirikan fondasinya di Thailand, Indonesia, Filipina, dan Jepang.

"Kami juga tengah fokus untuk mengembangkan AirAsia ke pasar yang lebih luas di Filipina dan Jepang. Terobosan yang baru berjalan ini masih berada pada tahap awal dan masih berada di posisi yang memiliki potensi pertumbuhan yang maksimal. Kami telah membentuk tim manajemen yang kuat, yang akan berbagi visi dan strategi guna mencapai eksistensi dominan seperti di Malaysia, Thailand, dan Indonesia," ujar Tony.

Kurang tiga jam
Dalam hal inovasi bisnis, AirAsia tidak ragu untuk menjelajahi kesempatan baru di sejumlah negara yang belum tersentuh maskapai LCC sebelumnya.

Berdasarkan peninjauan strategis yang telah dilakukan, pihak manajemen merasa bahwa Singapura lebih baik sebagai hub virtual karena sebagian besar rute yang dilayani dari hub yang telah terbentuk dalam jaringan AirAsia dan sudah ada kapasitas lebih dari Singapura.

Rute yang melayani penerbangan kurang dari tiga jam memberikan pendapatan yang lebih baik karena mampu mencakup lebih banyak sektor untuk dilayani dan AirAsia tetap fokus dengan strategi tersebut. Itulah sebabnya baru-baru ini AirAsia menghentikan penerbangan panjang Kuala Lumpur-Kolombo.

Rute yang berasal langsung dari Singapura menuju negara-negara berpopulasi tinggi, seperti China dan India, cenderung memakan waktu penerbagan lebih dari lima jam. Maka, AirAsia memutuskan untuk tidak akan melanjutkannya lagi di masa mendatang.

Di lain pihak, wilayah ASEAN dan negara-negara Asia, seperti Vietnam, Kamboja, Laos, Brunei, Myanmar, dan Korea, juga memberikan gambaran potensi yang lebih menarik. Manajemen pun akan lebih fokus pada jaringan luas Grup AirAsia yang sudah berjalan dan menawarkan alternatif domestik dan populasi yang lebih besar.

AirAsia telah memesan 475 unit pesawat dan 114 unit di antaranya sudah beroperasi. Sebanyak 87 persen dari pesawat masih tercatat dalam neraca dan merupakan rasio kepemilikan tertinggi dibandingkan dengan maskapai mana pun di Asia.

Tony mengatakan, wilayah ASEAN, termasuk China dan India, memiliki kepadatan populasi lebih dari 3,2 miliar, delapan kali lebih besar dibandingkan dengan wilayah Eropa. AirAsia berada di tengah pasar yang sangat menarik untuk membangun merek sebab penetrasi untuk maskapai berbiaya hemat masih rendah.

sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/01/28/11250529/AirAsia.Akan.Fokus.di.Thailand.dan.Indonesia


--
Powered by rssforward.com

 

CV MANDIRI Copyright © 2013 - |- Di Dukung oleh Utiket - |- Powered by CV Mandiri