Rabu, 30 Januari 2013

0 Daily digest for 29 Jan, 2013

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
AirAsia : Profile, Sejarah, Code Airlines dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > AirAsia : Profile, Sejarah, Code Airlines dan Armada

AirAsia adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif murah yang berpusat di Bandara Internasional Kuala Lumpur.


Code Airlines
  • Kode IATA: AK
  • Kode ICAO: AXM
  • Kode panggil : Air Asia
  • Kode panggil (Indonesia Air Asia): QZ
  • Kode panggil (Thai Air Asia): FD
  • Kode panggil (Air Asia X): D7
Sejarah

Awalnya AirAsia dimiliki oleh DRB-HICOM milik Pemerintah Malaysia namun maskapai ini memiliki beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh mantan eksekutif Time Warner, Tony Fernandes, dengan harga simbolik 1 Ringgit pada 2 Desember 2001. Tony melakukan turnaround dan AirAsia berhasil membukukan laba pada 2002 dengan berbagai rute baru dan harga promosi serendah 10 RM bersaing dengan Malaysia Airlines.

Pada 2003, dibukalah pangkalan kedua di Bandara Senai, Johor Bahru dekat Singapura dan AirAsia melakukan penerbangan internasionalnya ke Thailand. Sejak itu, dibukalah Thai AirAsia dan dilakukanlah berbagai penambahan rute seperti ke Singapura dan Indonesia. Penerbangan ke Makau dimulai pada Juni 2004 sedangkan penerbangan ke Manila dan Xiamen dimulai pada April 2005. Rute lain yang akan dibuka adalah ke Vietnam, Kamboja, Filipina, dan Laos.

Selain Thai AirAsia, di Indonesia juga terdapat perusahaan AirAsia yaitu Indonesia AirAsia (sebelumnya bernama AWAIR) yang terbang dari Jakarta ke Yogyakarta, Denpasar untuk tujuan lokal, dan dari Surabaya ke Medan untuk rute domestik lainnya, selain itu penerbangan dilakukan keluar Indonesia melalui kota-kota besar seperti Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, Balikpapan dan Makassar

Pada hari kamis (17/11/2011) terminal AirAsia di bandara Soekarno Hatta, Indonesia secara resmi berpindah dari terminal 2 menjadi terminal 3, dimana melanyani penerbangan domestik maupun internasional. Kini, AirAsia Indonesia melayani 26 rute dengan 52 penerbangan yang terkoneksi melalui lima bandara hub (penghubung), yakni Cengkareng, Bandung, Denpasar, Surabaya, dan Medan.

Armada
  • Airbus A320-200
  • Airbus A320neo
( Wikipedia )

Lihat Semua Profile Airasia :
  • Indonesia AirAsia
  • Thai AirAsia
  • AirAsia X
  • AirAsia Philippines
  • AirAsia Japan
Untuk Informasi Airasia Lainnya :

Indonesia AirAsia : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > Indonesia AirAsia : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada

Indonesia AirAsia (sebelumnya bernama AWAIR ; Air Wagon International) adalah sebuah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Indonesia. Indonesia AirAsia merupakan lisensi dari maskapai AirAsia International, maskapai penerbangan berbiaya rendah dari Malaysia, di Indonesia.


Sejarah


Indonesia AirAsia didirikan pada September 1999 dengan nama PT. AWAIR International. Mereka memulai penerbangan berjadwal ke beberapa kota di Indonesia pada tahun 2000, yang kemudian diikuti pembukaan penerbangan ke luar negeri (Singapura). Persaingan yang ketat di sektor penerbangan di Indonesia membuat AWAIR menghentikan operasinya sekitar setahun kemudian.

Pada tahun 2004, AWAIR diambil alih AirAsia, dan mengalihkan orientasi pasarnya ke penerbangan berbiaya rendah. Penerbangan pertamanya dimulai pada Desember tahun itu. Mulai 1 Desember 2005, AWAIR berganti nama menjadi PT. Indonesia AirAsia.

Layanan

Di bawah manajemen baru, Indonesia AirAsia awalnya berencana melayani penerbangan berbiaya rendah antara Indonesia dan Singapura namun hal tersebut dibatalkan setelah Otoritas Dirgantara Sipil Singapura (CAAS) menolak permohonan untuk hak pendaratan (rujukan: Airliner World, April 2005).

Tujuan
Indonesia AirAsia terbang ke kota-kota berikut (data pada Februari 2012):

Jawa
  • Jakarta (Bandar Udara International Soekarno-Hatta)
  • Surabaya (Bandar Udara International Juanda)
  • Bandung (Bandar Udara International Husein Sastranegara)
  • Semarang (Bandar Udara International Achmad Yani)
  • Yogyakarta (Bandar Udara Adisucipto)
  • Solo (Bandar Udara Adisumarmo)
Bali & NTT
  • Denpasar (Bandar Udara International Ngurah Rai)

Kalimantan
  • Pontianak (Bandar Udara International Supadio)
  • Balikpapan (Bandar Udara International Sepinggan)
Sumatera
  • Banda Aceh (Bandar Udara International Sultan Iskandar Muda)
  • Palembang (Bandar Udara International Sultan Mahmud Badaruddin II)
  • Pekanbaru (Bandar Udara Sultan Syarif Kasyim II)
  • Medan (Bandar Udara International Polonia)
  • Padang (Bandar Udara International Minangkabau)
Sulawesi
  • Makassar (Bandar Udara International Sultan Hassanudin)
Armada

Armada Indonesia AirAsia per 18 May 2012 terdiri dari:
  • 25 Airbus A320-200
( Wikipedia.org )

Tony Fernandes alias Dato' Anthony Francis Fernandes Sang CEO AirAsia
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > Tony Fernandes alias Dato' Anthony Francis Fernandes Sang CEO AirAsia

Dato' Anthony Francis Fernandes (dilahirkan: 1964; nama pendeknya : Tony Fernandes) ialah pendiri "Tune Air Sdn Bhd", dan pengusaha yang memperkenalkan penerbangan bertarif murah kepada penduduk Malaysia dengan slogannya, "Semua mampu naik pesawat". Fernandes menjadi terkenal sewaktu ia memulihkan AirAsia dari sebuah maskapai penerbangan yang sakit ke sebuah perusahaan umum yang sukses. Fernandes juga dikenal untuk peranannya dalam pencapaian persetujuan langit terbuka dengan negara Thailand, Indonesia, dan Singapura, saat ia meminta bekas Perdana Menteri Malaysia, Tun dr. Mahathir Mohamad berbuat demikian pada pertengahan tahun 2003. Atas permintaan tersebut, negara-negara itu telah setuju memberi hak pendaratan kepada AirAsia dan maskapai penerbangan tarif rendah yang lain.


Pra-masa pengusahaan

Fernandez ialah seorang bangsa Goa campuran Portugis Malaka yang dilahirkan di Kuala Lumpur, Malaysia. Orang tuanya ialah Dr. Stephen Edward Fernandes (almarhum), dan Ena Dorothy Fernandes. Pada masa muda, dia selalu mengikuti ibunya, seorang pebisnis, ke partai dagang dan konvensi Tupperware. Setelah mendapat ijazah universitas dari London School of Economics pada tahun 1987, ia bekerja sebentar dengan Virgin Airlines sebagai auditor, dan seterusnya dari tahun 1987 hingga tahun 1989, dia menjadi pengawas keuangan Virgin Records, sebuah perusahaan Richard Branson di London.

Sewaktu kembali ke Malaysia pada umur 27, dia menjadi direktur manajer yang termuda di Warner Music (Malaysia) Sdn Bhd. Selanjutnya dari tahun 1992 hingga 2001, dia menjadi wakil presiden Warner Music Group Asia Tenggara. Pada saat Time Warner Inc. bergabung dengan America Online, Fernandes meninggalkan perusahaannya untuk mengejar impiannya mendirikan sebuah perusahaan penerbangan tarif rendah. Malangnya, permohonan lisensinya ditolak oleh pemerintah Malaysia.

Peluncuran AirAsia

Melalui Datuk Pahamin A. Rajah, bekas sekretaris tinggi Kementerian Perdagangan dan Urusan Konsumen Domestik Malaysia, Fernandes mendapat peluang bertemu dengan dr. Mahathir pada bulan Oktober 2001. Saat itu, AirAsia, sebuah anak perusahaan yang didirikan oleh DRB-Hicom, sebuah konglomerat pemerintah Malaysia, telah mengalami kesulitan akibat tanggungan utang yang terlalu tinggi. Pemerintah telah mencoba menjualnya kepada para investor tanpa keberhasilan apapun. Oleh sebab itu, Dr. Mahathir telah menasihati Fernandes supaya membeli maskapai penerbangannya yang sudah ada daripada mendirikan sendiri. Seterusnya, Fernandes memajak rumah dan menggunakan keseluruhan uang simpanannya untuk membeli perusahaan tersebut dengan harga 1 ringgit. Maskapai AirAsia pada masa itu mempunyai dua buah kapal terbang Boeing yang berumur, dan utang sebanyak RM40 juta.

Peristiwa pembelian itu pada masa setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, suatu tempoh masa yang paling buruk dalam sejarah penerbangan komersial, menyebabkan orang banyak berpendapat bahwa Fernandes telah menjadi "gila" kerana tidak banyak orang pada saat itu yang berani lagi naik pesawat. Mereka juga meramalkan bahwa perusahan AirAsia akan pailit. Bagaimanapun, setelah setahun, AirAsia mampu menjelaskan keseluruhan utangnya, dan tidak lagi mengalami kerugian. Penyusunan kembali organisasi AirAsia dengan gambaran dan konsep yang baru membawa perubahan yang besar dan memperoleh keuntungan dalam masa yang singkat. Tawaran sahamnya (IPO) pada bulan November 2004 menerima kelebihan permintaan sebanyak 130%.

Fernandes merasa bahawa masa yang dipilihnya untuk membeli maskapai AirAsia tepat. Semenjak peristiwa 9/11, sewa pesawat telah menurun 40%. Tambahan lagi, banyak pekerja berpengalaman didapati pada masa itu, disebabkan pemutusan hubungan kerja di industri penerbangan. Fernandes juga percaya bahwa penumpang Malaysia akan menyambut tarif penerbangan rendah agar mengurangkan masa dan tarif, terutamanya, dalam keadaan ekonomi yang ketat. Oleh sebab itu, dia meniru sistem Ryanair (Ryanair yang juga meniru sistemnya itu dari Southwest Airlines di Amerika Serikat), sebuah maskapai penerbangan Irlandia yang paling jaya di dunia. Ferdandes menghitung bahwa 50% pelanggan pesawat bertarif rendah adalah penumpang kapal terbang kali pertama. Sebelum AirAsia memulai pengangkutan tarif rendah, Ferdandes memperkirakan hanya 6% penduduk Malaysia yang pernah menaiki pesawat.

Prestasi dan penghargaan

Pencapaian Fernandes yang terbesar ialah pemulihan maskapai AirAsia sebagai sebuah maskapai penerbangan internasional. Sebelum dia memasuki perindustrian ini, negara-negara di Wilayah Asia Tenggara Selatan tidak mempunyai persetujuan langit terbuka apapun. Pada pertengahan tahun 2003, Fernandes telah meminta dr. Mahathir untuk mengemukakan cadangan persetujuan itu kepada Thailand, Indonesia dan Singapura. Atas permintaanya, ia memperoleh keberhasilan dalam mendapat hak pendaratan, bukan saja untuk AirAsia, tetapi juga untuk berbagai maskapai penerbangan tarif murah yang lain.

Ferdandes juga berhasil merevolusikan perindustrian penerbangan lainnya melalui penerbangan tarif rendah. Sekarang, terdapat beberapa maskapai penerbangan tarif rendah di wilayah ini, yaitu:
  • Tiger Airways, sebuah maskapai penerbangan Singapura yang dimiliki oleh Singapore Airlines;
  • Penggabungan perusahaan Valuair dari Singapura, dengan JetStar yang dimiliki oleh Qantas Airways dari Australia;
  • Nok Air, sebuah maskapai Thailand; dan
  • Lion Air, sebuah maskapai Indonesia.
Fernandes telah menerima banyak penghargaan, termasuk:
  • Visionaries & Leadership Series oleh International Herald Tribune, sebuah perusahaan surat kabar di Amerika Syarikat, untuk kerjanya yang cemerlang di maskapai AirAsia;
  • "Ketua CEO Malaysia Tahun 2003" (Malaysian CEO of the Year 2003) pada Desember 2003 — sejenis penghargaan tertinggi yang hingga kin hanya diberikan kepada 9 pengusaha Malaysia oleh American Express dan Business Times. Anugerah ini diberikan kepada Fernandes untuk pengakuan atas prestasi pengusahaan dan kemahiran pengurusannya di kalangan pemimpin-pemimpin berbagai perusahaan di Malaysia;
  • "Pengusaha Baru Malaysia Terutama Tahun 2003" (Emerging Entrepreneur of the Year - Malaysia 2003) pada tahun 2004;
  • "25 Bintang Asia" (25 Stars of Asia) oleh Business Week pada tahun 2005.
( wikipedia.org )

Thai AirAsia :Profile dan Sejarah
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > Thai AirAsia :Profile dan Sejarah

Thai AirAsia (bahasa Thailand: ไทยแอร์เอเชีย) adalah perusahaan patungan di bidang penerbangan tarif murah AirAsia Malaysia (Thai: แอร์เอเชีย) dan Asian Aviation Thailand. Ia menyediakan layanan penerbangan domestik dari Bangkok ke sejumlah kota di Thailand dan penerbangan internasional dari Bangkok ke sekitar Thailand.


Sejarah

Thai AirAsia melancarkan operasi domestiknya pada tanggal 13 Januari 2004. Ia telah diwujudkan sebagai perusahaan patungan oleh Shin Corporation dan pemilik AirAsia, Tony Fernandes.

( wikipedia.org )

Untuk Informasi Airasia Lainnya :

AirAsia Philippines : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > AirAsia Philippines : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada

AirAsia Philippines adalah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berbasis di Filipina. AirAsia Philippines memiliki bandar udara penghubung utama di Bandar Udara Internasional Clark di Kota Angeles, Pampanga. Maskapai penerbangan ini merupakan maskapai penerbangan Filipina yang berafiliasi dengan AirAsia, maskapai penerbangan berbiaya rendah di Malaysia. Maskapai penerbangan ini merupakan perusahaan patungan antara investor Filipina dan AirAsia International Ltd, anak perusahaan dari AirAsia Inc.


( wikipedia.org )

Untuk Informasi Airasia Lainnya :

AirAsia X : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > AirAsia X : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada

Air Asia X adalah anak perusahaan Air Asia, sebuah maskapai penerbangan bertarif murah Malaysia yang di luncurkan 2007.Awal perjalanan berdirinya Air Asia X adalah saat Air Asia, induk perusahaannya menjalin kerjasama dengan Fly Asian Express. AirAsia X menerima armada Airbus A330-200, A330-300, A340-200, A340-300 dan melayani penerbangan dari Kuala Lumpur ke : New Delhi, Mumbai, Chengdu, Perth, Gold Coast, Melbourne, Taipei, London, Paris, Teheran, Hangzhou (Shanghai), Seoul, Tokyo, Beijing dan Christchurch. Satu-satunya rute Air Asia X yang ditutup adalah rute Kuala Lumpur-Abu Dhabi.


( wikipedia.org )

Untuk Informasi Airasia Lainnya :

AirAsia Japan : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat
airasia-agen.blogspot.com > tentang airasia > AirAsia Japan : Profile, Sejarah, Layanan, Tujuan dan Armada

AirAsia Japan Co., Ltd (エアアジア・ジャパン株式会社 Eāajia Japan Kabushiki-Gaisha) adalah maskapai penerbangan berbiaya rendah yang berkantor pusat di Tokyo, Jepang. Maskapai penerbangan ini merupakan perusahaan patungan antara maskapai penerbangan asal Malaysia, AirAsia dan maskapai penerbangan asal Jepang, All Nippon Airways. Maskapai penerbangan ini merupakan anak perusahaan kelima AirAsia dan kesembilan untuk ANA. Penerbangan pertama dari maskapai penerbangan ini dimulai pada tanggal 1 Agustus 2012 dari Tokyo Narita ke Fukuoka.

Armada
  • Airbus A320-200

( wikipedia.org )

Untuk Informasi Airasia Lainnya :

AirAsia Lebih Fokus di Thailand dan Indonesia
Ngopas Artikel 29 Jan, 2013 - AirAsia : informasi harga, tiket, booking, promo, online, jadwal dan pesawat

airasia-agen.blogspot.com > berita > AirAsia Lebih Fokus di Thailand dan Indonesia

Setelah Malaysia menjadi sumber penghasilan terbesar, perhatian manajemen pun telah berpindah ke pangsa pasar utama lain yang berada di Thailand dan Indonesia.

SEPANG — Setelah sukses di Malaysia, maskapai AirAsia Berhad dalam lima tahun ke depan akan memfokuskan diri di Thailand dan Indonesia.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi: CEO Group AirAsia Tony Fernandes (kiri) saat peresmian Kantor AirAsia Asean di Jakarta, Selasa (7/8/2012). Pendirian kantor ini sebagai strategi perluasan usaha di kawasan ASEAN yang dinilai sebagai pasar potensial industri penerbangan.

"Di samping menjadi maskapai yang paling dominan dalam hal pangsa pasar dan profitabilitas di Malaysia, kami juga mempertahankan kedisiplinan untuk tetap memaksimalkan pendapatan, modal, sumber daya manusia, serta meningkatkan jumlah penumpang, dan terus menekan biaya operasional," ujar Chief Executive Officer Grup AirAsia Tan Sri Dr Tony Fernandes, Senin (28/1/2013), dalam surat elektroniknya.

Setelah Malaysia menjadi sumber penghasilan terbesar, kata Tony, perhatian manajemen pun telah berpindah ke pangsa pasar utama lain yang berada di Thailand dan Indonesia.

"Kami perkirakan terdapat entitas laba yang akan menyaingi Malaysia di masa yang datang. Kami juga telah memenuhi janji dengan memberikan perhatian utama kepada Thailand dan kini Indonesia karena kedua perusahaan afiliasi AirAsia di sana telah bergantung secara finansial pada neraca mereka sendiri," ujar Tony.

Dalam tempo 10 tahun, Grup AirAsia telah banyak berkembang. Dari hanya menerbangkan dunia unit pesawat, kini AirAsia telah menjadi maskapai LCC terbesar di Asia dengan 118 pesawat.

AirAsia juga merupakan salah satu maskapai dengan keuntungan terbesar di Asia. Malaysia telah menjadi tempat berdirinya fondasi awal dan kini AirAsia juga telah mendirikan fondasinya di Thailand, Indonesia, Filipina, dan Jepang.

"Kami juga tengah fokus untuk mengembangkan AirAsia ke pasar yang lebih luas di Filipina dan Jepang. Terobosan yang baru berjalan ini masih berada pada tahap awal dan masih berada di posisi yang memiliki potensi pertumbuhan yang maksimal. Kami telah membentuk tim manajemen yang kuat, yang akan berbagi visi dan strategi guna mencapai eksistensi dominan seperti di Malaysia, Thailand, dan Indonesia," ujar Tony.

Kurang tiga jam
Dalam hal inovasi bisnis, AirAsia tidak ragu untuk menjelajahi kesempatan baru di sejumlah negara yang belum tersentuh maskapai LCC sebelumnya.

Berdasarkan peninjauan strategis yang telah dilakukan, pihak manajemen merasa bahwa Singapura lebih baik sebagai hub virtual karena sebagian besar rute yang dilayani dari hub yang telah terbentuk dalam jaringan AirAsia dan sudah ada kapasitas lebih dari Singapura.

Rute yang melayani penerbangan kurang dari tiga jam memberikan pendapatan yang lebih baik karena mampu mencakup lebih banyak sektor untuk dilayani dan AirAsia tetap fokus dengan strategi tersebut. Itulah sebabnya baru-baru ini AirAsia menghentikan penerbangan panjang Kuala Lumpur-Kolombo.

Rute yang berasal langsung dari Singapura menuju negara-negara berpopulasi tinggi, seperti China dan India, cenderung memakan waktu penerbagan lebih dari lima jam. Maka, AirAsia memutuskan untuk tidak akan melanjutkannya lagi di masa mendatang.

Di lain pihak, wilayah ASEAN dan negara-negara Asia, seperti Vietnam, Kamboja, Laos, Brunei, Myanmar, dan Korea, juga memberikan gambaran potensi yang lebih menarik. Manajemen pun akan lebih fokus pada jaringan luas Grup AirAsia yang sudah berjalan dan menawarkan alternatif domestik dan populasi yang lebih besar.

AirAsia telah memesan 475 unit pesawat dan 114 unit di antaranya sudah beroperasi. Sebanyak 87 persen dari pesawat masih tercatat dalam neraca dan merupakan rasio kepemilikan tertinggi dibandingkan dengan maskapai mana pun di Asia.

Tony mengatakan, wilayah ASEAN, termasuk China dan India, memiliki kepadatan populasi lebih dari 3,2 miliar, delapan kali lebih besar dibandingkan dengan wilayah Eropa. AirAsia berada di tengah pasar yang sangat menarik untuk membangun merek sebab penetrasi untuk maskapai berbiaya hemat masih rendah.

sumber :
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/01/28/11250529/AirAsia.Akan.Fokus.di.Thailand.dan.Indonesia


--
Powered by rssforward.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 

CV MANDIRI Copyright © 2013 - |- Di Dukung oleh Utiket - |- Powered by CV Mandiri